Showing posts with label Entrepreneur. Show all posts
Showing posts with label Entrepreneur. Show all posts

Friday, November 17, 2017

Loker Rumah Sakit Lira Medika

Rumah Sakit Lira Medika memberikan kesempatan bagi profesional seperti Anda untuk bergabung bersama Kami. Posisi Lowongan saat ini yaitu :
  • - Manager & Koordinator Medis
  • - Staff HRD & UMUM
  • - Staff ATEM (Ahli Teknologi Elektro Medik)
  • - Staff Marketing & Sales
  • - Sosial Media Officer
  • - Staff Admission
  • - Customer Service
  • - Farmasi
  • - Radiografer
  • - Analis Lab
  • - Kasir
  • - Accounting
  • - Rekam Medis
  • - Perawat NICU, ICU, Analis Gizi
  • - Staff Administrasi
  • - Dokter Spesialis Obgyn
  • - Dokter Spesialis Bedah Digestive
  • - Dokter Spesialis Jantung
  • - Dokter Spesialis Bedah Umum
  • - Dokter Spesialis Gizi
  • - Dokter Spesialis Jiwa
  • - Dokter Spesialis Bedah Jantung
  • - Dokter Spesialis Gigi
  • - Dokter Gigi
  • - Dokter Spesialis Mata
  • - Dokter Spesialis THT
  • - Dokter Spesialis Kulit & Kelamin
  • - Dokter Spesialis Anak
  • - Dokter Umum
  • - Housekeeping
Persyaratan Umum :

  • - Pria atau Wanita
  • - Mampu bekerja secara tim
  • - Sehat jasmani dan rohani
  • - Mampu berkomunikasi dengan baik
  • - Latar belakang pendidikan sesuai dengan posisi yang dilamar
  • - Untuk manager dan koordinator diutamakan memiliki pengalaman dibidang yang sama
Kirimkan CV Anda dan dokumen pendukung ke alamat :
recruitment@liramedika.com
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi: (0267) 845 2555

Thursday, July 27, 2017

Career Exhibition (Recruitment & Company Branding) at ICE BSDCity

Indonesia Career Expo


Akhir - akhir ini model kegiataan Job Fair yang biasa dilakukan sudah terlalu biasa, kurang menarik perhatian dan bahkan cenderung membosankan. Jaman sudah berubah, dimana event Job Fair harus berganti menjadi Career Exhibition yang didalamnya mempunyai unsur Company Branding & Employer Branding yang sangat kuat dan tanpa mengesampingkan point event tersebut yakni proses recruitment, sehingga hal ini bisa menjadi daya jual tim rekrutmen untuk mendapatkan kandidat terbaik dan berkualitas.

Career Exhibition ini akan kami selenggarakan satu kali dalam setahun dengan Konsep yang WAH, sehingga akan selalu di ingat dan dinanti oleh para exhibitor dan pencari kerja / visitor baik fresh graduate maupun experience.

Disamping akan dicatat di MURI Rekor Indonesia sebagai Event Career Exhibition terbesar, kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi.

SEPTEMBER
Tanggal : 8 - 9 September 2017
Waktu : 09.00 wib - 17.00 wib
Tempat : Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City

Wednesday, July 13, 2016

Ingin Jadi Pengusaha Sukses? Hindari 5 Hal Ini

Menjadi seorang pengusaha dan mampu menjalankan bisnis yang Anda inginkan memang sangat membanggakan. Apalagi kalau bisnis yang Anda jalani tersebut mampu sukses besar dan memberikan keuntungan berlimpah.
Namun, meraih kesuksesan di dunia wirausaha tidaklah mudah; perlu ketekunan, kedisiplinan, serta kerja ekstra demi menggapai hasil yang diharapkan.
Apapun bisnis yang Anda ambil, menjalankan karier sebagai wirausaha tidak akan luput dari tantangan. Anda akan dihadapkan dengan berbagai macam halangan, yang kadang harus menguras tenaga, emosi, serta beban finansial yang harus Anda tanggung.
Di balik semua jerih payah yang sudah dikeluarkan para pengusaha, banyak di antara mereka yang kadang menyesal karena tidak melakukan hal-hal yang justru dapat membuat bisnis mereka lebih berkembang.
Dilansir dari laman entrepreneur.com, Rabu (23/9/2015), berikut beberapa hal yang seharusnya Anda hindari untuk menjadi pengusaha sukses:

1. Tidak mengambil risiko lebih banyak


Menjadi seorang pengusaha, Anda dituntut untuk mampu mengambil risiko untuk kemajuan bisnis yang Anda jalani. Banyak pengusaha yang terlalu nyaman dengan cara pandang serta etos kerja konvensional yang sudah mereka lakukan sehari-hari. Ini mengakibatkan mereka takut untuk mengambil strategi lain atau memperluas jaringan bisnis yang sedang dijalani.
Tidak ada yang salah mengenai hal ini. Akan tetapi lima tahun dari sekarang Anda mungkin bisa saja menyesal tidak mengambil lebih banyak risiko yang mungkin saja menguntungkan bisnis yang Anda miliki.

2. Tidak mempekerjakan orang yang tepat


Pengusaha baru cenderung untuk lebih energik, mampu untuk membuat keputusan lebih cepat agar produk dapat lebih cepat diterima pasar. Terkadang, target yang harus cepat mereka penuhi mengakibatkan mereka tidak terlalu hati-hati dalam mempekerjakan orang.
Hal ini akhirnya berakibat pada banyaknya pekerjaan yang tidak dapat terselesaikan dengan baik. Mempekerjakan karyawan yang berdedikasi tinggi akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan bisnis Anda.

3. Tidak mendengarkan pendapat orang lain


Ketika Anda mencoba peruntungan sebagai seorang pengusaha, satu kemampuan yang wajib Anda miliki adalah kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri. Andalah orang yang akan memutuskan ke mana tujuan akhir usaha yang Anda lakoni.
Namun, banyak pengusaha yang akhirnya terlalu egois dan tidak terlalu mendengarkan pendapat orang lain dalam mengambil keputusan. Padahal, pendapat dari para praktisi bisnis atau orang yang sudah mahir di bidang tersebut dapat sangat membantu Anda dalam mengambil keputusan yang paling baik.
Untuk itu cobalah untuk mendengarkan pendapat orang sebelum Anda mengambil keputusan. Bahkan jika akhirnya Anda tidak setuju dengan pendapat orang tersebut, Anda akan lebih mengerti akan baik, buruk, serta risiko yang harus ditanggung nantinya.

4. Terlalu serius bekerja


Ketika Anda memilih bekerja sebagai seorang wirausahawan, kesuksesan bisnis yang Anda miliki akan sangat bergantung terhadap pencapaian yang mampu Anda gapai.
Hal ini mengakibatkan banyak pengusaha yang terlalu mendedikasikan seluruh waktu dan tenaganya untuk bekerja, yang akhirnya menciptakan etos kerja serta lingkungan kantor yang buruk.

5. Tidak membagi waktu dengan baik


Cobalah untuk membagi waktu yang Anda miliki dengan sebaik mungkin. Memang sulit untuk menyeimbangkan waktu kerja dan kehidupan pribadi, apalagi kalau kemajuan usaha yang Anda miliki sepenuhnya ada ditangan Anda.
Namun, kehidupan pribadi Anda juga memiliki kepentingan yang sama dengan urusan pekerjaan yang Anda lakoni sehari-hari. Anda harus mampu menyisihkan waktu untuk diri sendiri, pekerjaan, serta keluarga sehingga dapat tercipta mood kerja yang baik.
Memulai bisnis dan bekerja sebagai wirausaha bukan hanya sekadar mencapai target yang dituju. Namun karier sebagai seorang wirausaha tidak terbatas sampai di situ saja. Hal terpenting adalah ketika Anda mampu menghargai setiap langkah yang Anda ambil dan menikmati semua perjalanan yang dialami.
Luangkan waktu untuk mempertimbangkan keputusan Anda dengan hati-hati. Habiskan diri dengan orang-orang yang Anda sukai dan nikmati waktu yang dimiliki sebaik mungkin tanpa meninggalkan tanggung jawab.

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2323330/ingin-jadi-pengusaha-sukses-hindari-5-hal-ini?p=1

Persiapan Mental untuk Menjadi Entrepreneur Sukses


APA SAJA YANG HARUS KITA PERSIAPKAN SECARA MENTAL UNTUK JADI SEORANG ENTREPRENEUR?

Setidaknya ada 2 hal yang harus kita perhatikan:

1. Tujuan Inti dari Berbisnis
Semua tindakan yang dilakukan pasti mempunyai tujuan khusus. Pun begitu dalam memulai bisnis. Apa sih tujuan yang akan dicapai?
Sering orang lupa untuk menetapkan tujuan ini. Kalau dalam bahasa agama ini disebut “NIAT”. Karena seseorang akan memperoleh hasil pekerjaannya (baca: amalannya) sesuai dengan NIAT atau tujuannya.
Ada bisnis yang dilakukan hanya sekedar coba-coba, atau untuk menambah penghasilan, atau bahkan karena tidak mempunyai pilihan lain selain berwiraswasta. Ada juga yang menetapkan tujuan hidupnya hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari saja. Bisa dibayangkan apa yang bakal dilakukan selanjutnya jika tujuannya hanya itu.
Ambillah contoh, misal kita berjualan PULSA TELEPON, ya hanya sekedar berjualan pulsa saja yang hasilnya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada tindakan dan langkah-langkah “unik” untuk berinovasi menghasilkan layanan baru atau membuka pasar baru sehingga jangkauannya lebih luas. Padahal, kemungkinan itu terbuka lebar di depan mata.
Tujuan Inti berbisnis seharusnya adalah proses menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Bersabar menanti hasil yang besar. Sabar, menjadi kata kunci disini. Nafsu kadang menggiring kita untuk bertindak tergesa-gesa, ingin hasil besar dalam waktu singkat.
Mari kita cermati lagi artikel sebelumnya: Dari Jakarta ke Surabaya Modal 44.000 Rupiah? Bisa!.
Itu perjalanan dapat kita lakukan asalkan kita mampu BERSABAR, Mengorbankan waktu dan tenaga.
Lihatlah bagaimana Ir. Ciputra berbisnis property. Beliau tidak langsung jadi kaya begitu memulai bisnis. Ia melakukan segala prosesnya, langkah demi langkah, tahap demi tahap, dengan segala perjuangan pengorbana yang melibatkan tenaga, fisik, pikiran dan waktu. Proses itu bahkan memakan waktu puluhan tahun. Dan ia berhasil! sehingga bisa bilang: IT WORKS! yesss!!!
Bagaimana dengan ANDA?

Sudahkah melalui semua prosesnya untuk menuju pada tujuan inti? Sudahkah BERSABAR, ULET dan tak kenal menyerah ada pada diri kita? LET’s GO!!!

2. YAKIN Sanggup Menjalankan
Ragu-ragu sering membuat gagal! Jadi, anda harus yakin bahwa bisnis yang tengah dijalani akan sukses besar, meski banyak hambatan dan rintangan di depan. Nah, Seberapa YAKINKAH anda terhadap bisnis yang sedang dilakukan saat ini?
Untuk menjawabnya sangat mudah. Mari kita lihat apa yang kita kerjakan saat ini:
  • Jika anda belum mempunyai bisnis, anda bingung mau bisnis apa. Lalu bertanyalah anda pada teman-teman. Jawaban teman sering kali mempengaruhi cara berpikir. Sehingga pada akhirnya anda memilih menjalankan bisnis sesuai saran teman. Padahal kebanyakan bisnis yang sukses adalah bisnis yang dilakukan dengan inisiatif sendiri, berasal dari diri sendiri, keyakinan sendiri. maka mulailah dengan menanyakan diri sendiri, “APA SIH YANG AKU SUKAI?” Mulai dari sana. Hobby bahkan bisa jadi bisnis anda! 
  • Jika anda sudah punya bisnis, mungkin tanpa disadari kita sering melirik jenis bisnis diluar core bisnis kita. Melihat ada bisnis lain yang sepertinya lebih menguntungkan, kita cepat-cepat berpindah haluan, berfokus pada bisnis baru tersebut dan melupakan/melalaikan bisnis lama. Dan “BURUK” nya, cara ini dilakukan berulangkali akibat keragu-raguan pada diri sendiri bahwa bisnis yang sedang dilakukan akan sukses besar nantinya.  Akibatnya sudah bisa ditebak, bahwa kita hanya akan menjadi “PETUALANG” bisnis yang tidak pernah mampu membangun sebuah kerajaan bisnis yang kecil sekalipun!
Bagaimana dengan anda?
Apakah anda sanggup menjalankan bisnis yang sudah dipilih dengan sepenuh jiwa apapun rintangannya?
Ragu itu muncul karena ketakutan terhadap akibat” yang sebenarnya belum terjadi. Pengusaha sukses sering bercerita bahwa mereka sebenarnya hanya bermodal”NEKAT”. Yang dimaksud bermodal “NEKAT” sebenarnya adalah “MODAL TEKAD”. Berani menanggung akibat dari pilihan mereka…apapun itu.

SIAAAPPPPP???????

Sumber: http://kampungwirausaha.com/inspirasi-bisnis-ini-dia-persiapan-mental-untuk-menjadi-entrepreneur-sukses.html#more-888

Mindset Yang Harus Dimiliki oleh Seorang Entrepreneur

Mindset-Yang-Harus-Dimiliki-oleh-Seorang-Entrepreneur

Sebenarnya menjadi seorang pekerja kantoran memang cukup nyaman, karena gaji bulanan akan membuat kita merasa aman dan terhindar dari kendala keuangan. Namun, rutinitas yang membosankan tentu harus dijalankan setiap hari untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang karyawan. Nah, agar tak terjebak dengan zona nyaman ala pekerja, mulailah mengumpulkan modal dan rencanakan alih profesi sebagai entrepreneur.

Entrepreneur tentunya memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada pekerja biasa. Kita harus menempa mental untuk menjadi orang yang lebih bertanggung jawab, disiplin dan inovatif. Buang jauh-jauh mental pekerja bila kita ingin menjadi entrepreneur yang sukses. Mental seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur?

1. Kita Bertanggung Jawab Untuk Segala Situasi dan Keputusan yang Diambil


Entrepreneur adalah sosok luar biasa yang punya kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang tadinya tak ada menjadi ada. Dulu saat jadi seorang pekerja, mungkn kita tinggal menjalankan semua tugas tanpa harus pusing berpikir baik buruknya kontribusi tugas tersebut untuk perusahaan. Mindset ini tentunya harus diubah, karena seorang entrepreneur tak hanya bertanggung jawab untuk kesejahteraan dirinya sendiri, tapi juga harus bertanggung jawab terhadap kesejahteraan usahanya atau bahkan kesejahteraan tim usaha.

2. Visi Jangka Pendek dan Jangka Panjang Berjalan Seiringan

Seorang pekerja biasanya fokus kepada hal-hal yang bersifat jangka pendek saja. Namun entrepreneur harus membangun visi jangka pendek dan visi jangka panjang kemudian menjalankannya secara bersamaan. Jangan pernah bermalas-malasan untuk mewujudkan setiap visi dan ide brilian yang sudah terlintas di benak kita selama ini.

3. Jadikan “Ketidaknyamanan” Sebagai Zona Nyaman

Entrepreneur selalu dituntut untuk berpikir “out of the box”. Segala ide-ide baru yang liar serta keinginan untuk mewujudkannya harus dijalankan secara terencana agar bisa mendatangkan keuntungan dan reputasi yang baik bagi bisnis yang sedang dibangun. Keluarlah dari zona nyaman seorang pekerja, dan jadikan ketidaknyamanan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

4. Belajar adalah Perjalanan Tanpa Henti

Keterampilan spesifik biasanya dibutuhkan seorang pekerja untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya. Namun memilih menjadi seorang entrepreneur berarti memutuskan untuk melakukan proses pembelajaran seumur hidup. Karena sebuah bisnis tak dapat meraih tanpa proses pembelajaran yang dilakukan secara berkesinambungan. Belajar dari banyak hal akan membuat kita lebih aware terhadap perubahan situasi yang terjadi secara signifikan.

5. Pribadi yang Objektif dan Mencintai Usaha yang Dibangun

Kadangkala seorang pekerja harus berupaya menyelesaikan semua pekerjaan yang tidak ia sukai. Tapi saat seorang pekerja sudah bertransformasi sebagai entrepreneur, berarti entrepreneur tersebut sudah memilih bidang yang akan ia cintai. Lakukan segala cara yang objektif dan masuk akal untuk mulai memajukan bisnis yang dibangun dari nol.

6. Melanggar Aturan Bukanlah Hal Tabu Bagi Entrepreneur

Melanggar aturan kala bekerja dengan perusahaan lain bisa berujung pada pemecatan, tapi tidak demikian halnya dengan seorang entrepreneur. Mendobrak aturan dan kebiasaan-kebiasaan konvensional berarti mencari cara baru untuk memajukan bisnis secara positif. Menjadi eksentrik untuk mencapai kesuksesan ternyata sah-sah saja, selama hal tersebut halal dan tidak mengganggu hak serta kepentingan orang lain.

7. Dedikasikan Waktu yang Tak Terbatas

Eight to five, begitulah kira-kira jam kerja yang harus dipatuhi oleh pekerja. Menjadi entrepreneur berarti mengorbankan kebahagiaan ketika melihat angka 5 di jam tangan. Karena seorang entrepreneur membutuhkan waktu yang tak terbatas untuk membangun kesuksesan suatu bisnis. Carilah berbagai inovasi dalam keadaan yang rileks dan santai agar kita tak merasa terbebani dengan waktu yang sedang kita gunakan.

8. Mulai Dari Sekarang!

Banyak orang yang bingung kapan waktu yang tepat untuk keluar dari zona nyaman dan mulai bertransformasi jadi entrepreneur. Kuncinya hanya satu, yakni memulainya dari sekarang. Bila kita masih terikat pekerjaan dengan perusahaan, kita bisa merintis bisnis dengan bantuan keluarga dan orang-orang terdekat.

Tak ada entrepreneur yang langsung sukses ketika merintis bisnis. Semangat untuk maju dan dedikasi yang besar akan membawa sebuah perubahan ke arah yang lebih positif. Kita tinggal meyakinkan diri sendiri untuk memilih dan menjalankan bisnis sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki.

It’s not about ideas. It’s about making ideas happen

Sumber : https://www.maxmanroe.com/mindset-yang-harus-dimiliki-oleh-seorang-entrepreneur.html

10 Tips Penting untuk Entrepreneur Pemula


Menjadi entrepreneur di usia muda adalah dambaan sebagian besar kita. Hanya saja, proses untuk mencapai level tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Ada banyak faktor yang mesti diperhatikan sejak bagaimana memulai sebuah usaha, bagaimana mengelola lalu mengembangkannya menjadi bisnis yang produktif dan kompetitif, dan hal-hal penting lainnya.

Nah, menurut Scott Gerber dari situs entrepreneur.com, ada 10 hal penting yang mesti diketahui oleh seorang wirausahawan (entrepreneur) yang baru memulai usaha. Apa saja itu?

# Fokus. Fokus dan Fokus!
Seringkali seorang entrepreneur pemula seakan tidak sabar untuk ‘mengambil’ semua peluang bisnis yang ada. Padahal sebagaimana diketahui, peluang selalu tampil bak serigala berbulu domba; serba tidak pasti.

Melakukan berbagai jenis usaha pada saat bersamaan bukan hanya membutuhkan banyak sumber daya, melainkan juga akan membagi fokus Anda sehingga boleh jadi semua yang sudah Anda rintis sebelumnya akan berakhir dengan sejumlah kegagalan.

Sebaiknya lakukan satu hal secara sempurna, daripada membuat 10 hal yang tidak berhasil sempurna. Jika Anda merasa perlu untuk meloncat ke proyek lain, sebaiknya itu merupakan ide bisnis Anda sendiri, jangan mudah terpengaruh dengan ide bisnis orang lain sebelum Anda benar-benar telah eksis dengan bisnis saat ini.

# Tahu Apa yang Anda Lakukan, dan Lakukan Apa yang Anda Tahu
Jangan memulai bisnis hanya karena kelihatannya keren atau menawarkan margin keuntungan yang besar dan cepat balik modal. Lakukan apa yang Anda cintai bersama orang-orang yang Anda sayangi.

Bisnis yang dibangun dengan kekuatan dan bakat yang Anda miliki akan memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses.

Hal ini tidak hanya penting untuk menciptakan bisnis yang menguntungkan dan tetap produktif, tetapi juga penting bahwa Anda senang mengelola dan tumbuh hari demi hari bersama bisnis Anda.

Jika hati Anda tidak di dalamnya, yakin saja Anda tidak akan berhasil.

# Kuasai 100% Konsep Bisnis Anda
Kuasailah konsep bisnis Anda. Hal ini sangat penting, terutama jika bisnis Anda membutuhkan bantuan investor atau kerja sama dengan pihak lain.

Jika Anda tidak bisa memaparkan bisnis Anda secara gamblang, yakinlah tidak akan ada investor yang tertarik berinvestasi bersama Anda. Scott bilang: “Say it in 30 seconds or don’t say it at all!“

# Tahu apa yang Anda tahu, apa yang Anda tidak tahu dan siapa yang tahu apa yang Anda tidak tahu!
Kenali diri Anda sendiri! Tidak ada yang tahu segalanya, jadi jangan sok tahu untuk semua urusan bisnis Anda. Pastikan bahwa Anda bersama dengan penasihat dan mentor yang akan membantu Anda menjadi seorang entrepreneur yang lebih baik.

Bertemanlah dengan entrepreneur yang sudah sukses, terutama dengan mereka yang memiliki minat dan tujuan bisnis yang sama dengan Anda.

# Bertindaklah Secara Sederhana
Lupakan kantor megah, mobil mewah atau hal lain yang menggambarkan ‘status sosial’ Anda sebagai entrepreneur sukses. Semua hal tersebut pada gilirannya akan menghampiri Anda, tetapi bukan sekarang.

Saat ini, Anda wajib mengetahui cash flow bisnis Anda dan memastikannya berjalan secara positif. Jika cash flow bisnis Anda tidak berjalan dengan benar, maka yakinlah bisnis Anda akan segera berakhir.

# Belajarlah dari Kegagalan
Tidak ada bisnis atau rencana bisnis yang dapat memprediksi masa depan atau sepenuhnya mempersiapkan Anda untuk menjadi pengusaha sukses. Tidak ada rencana yang sempurna.

Jangan melompat langsung ke bisnis baru tanpa pikiran yang matang atau perencanaan yang baik, tetapi jangan pula menunggu terlalu lama untuk mengeksekusi sebuah peluang bisnis.

Yang paling penting yang dapat Anda lakukan adalah belajar dari kesalahan Anda – dan jangan pernah membuat kesalahan yang sama dua kali.

# Berhematlah!
Ya, ini benar. Jika Anda baru memulai sebuah bisnis, yakinlah tidak akan ada investor yang mau membantu Anda begitu saja. Temukanlah cara untuk membuktikan model bisnis Anda dengan anggaran yang hemat.

Jika konsep Anda berhasil, peluang Anda untuk meningkatkan modal dari investor secara dramatis akan meningkat dengan sendirinya.

# Jaga Kesehatan
Anda akan jauh lebih produktif jika dalam keadaan sehat. Entrepreneur itu gaya hidup, bukan pekerjaan yang harus menyita 80% waktu Anda. Makanlah yang benar, olahragalah secara teratur dan sisihkan waktu untuk diri sendiri dan keluarga Anda.

# Jangan Terlalu Banyak Mengumbar Kata
Yang paling penting adalah ACTION, bukan kata-kata. Jangan terlalu sering mengumbar rencana bisnis tanpa tindakan yang nyata.

Jangan terlalu membangga-banggakan prestasi yang diraih sementara ini, saat tujuan bisnis Anda masih sangat jauh di depan. Intinya, siapkan segala sesuatunya dengan baik, tidak perlu banyak bicara!

# Tahu Kapan Saatnya Berhenti…
Seorang kapten yang pintar tidak akan tenggelam dengan kapalnya. Jangan lakukan hal-hal bodoh hanya untuk kepentingan ego atau untuk membuktikan kepada orang lain bahwa Anda juga bisa membuat bisnis. Jika ide bisnis Anda tidak berjalan dengan baik, renungkan apa yang salah dan kesalahan yang telah dibuat.

Evaluasi apa yang akan Anda lakukan secara berbeda. Tentukan bagaimana Anda akan memanfaatkan hal-hal yang sulit untuk bisa lebih baik untuk masa depan bisnis Anda. Kegagalan memang tidak dapat dihindari, namun seorang pengusaha sejati akan selalu berhasil melewati setiap kesulitan yang ada!

****

Semoga 10 tips penting untuk entrepreneur pemula ini dapat bermanfaat untuk kita semua, termasuk untuk diri saya sendiri. Mari menjadi entrepreneur di usia muda!

sumber : http://www.asritadda.com/enterpreneurship/tips/10-tips-penting-untuk-entrepreneur-pemula.htm

Miliki 7 Sifat Agar Menjadi Pengusaha Muda yang Sukses


Kata siapa jadi pengusaha itu gampang? Untuk jadi seorang pengusaha, kamu harus menetapkan diri kamu dari sekarang. Pintar di sekolah atau kampus aja enggak cukup, lho! Kamu juga harus punya 7 sifat supaya bisa jadi pengusaha sukses.

#1 Semangat yang Membara
 
Semangat adalah modal utama yang harus kamu miliki, kalau kamu beneran mau jadi pengusaha sukses. Semangat ini bagaikan motor penggerakmu. Tanpa adanya semangat, kamu enggak mungkin bisa memajukan usahamu.

#2 Pantang Menyerah


Di dunia ini enggak ada yang namanya kehidupan tanpa rintangan. Begitu juga dalam menjalankan sebuah usaha. Pasti ada saja hambatan dan masalah. Semakin besar usahamu, semakin banyak juga cobaannya. Jangan menyerah! Terus maju dan pantang mundur.

#3 Tekad yang Kuat

Punya tekad yang kuat juga salah satu kunci utama. Tekad yang bulat akan membantu kamu untuk tetap konsisten dalam menjalani usahamu. Tekad dan sifat pantang menyerah harus berjalan beriringan.

#4 Visi-Misi Jelas
 
Seorang pengusaha sukses enggak cukup cuma berbekal dengan tekad dan semangat, tapi juga harus punya tujuan yang jelas. Tanpa tujuan, kamu bingung menentukan arah. Otomatis kamu juga akan kesulitan menentukan langkah.

#5 Kemampuan Komunikasi Tinggi
 
Seorang pengusaha harus bisa menyampaikan idenya, baik kepada rekan kerjanya maupun kepada client. Kemampuan berkomunikasi yang tinggi bisa membantu kamu juga ketika berbicara di depan umum.

#6 Inovasi
 
Punya ide dasar aja enggak bakalan cukup untuk mengembangkan usahamu. Kamu juga harus terus mencari cara agar ide kamu diterima. Selain itu, kamu juga dituntut untuk selalu menjadi kreatif.

#7 Yakin
 
Keenam sifat di atas bakalan jadi sia-sia kalau kamu enggak yakin dengan apa yang kamu kerjakan. Yakinlah dengan segala usahamu dan perjuanganmu. Mungkin sekarang belum membuahkan hasil yang nyata. Tapi suatu saat semuanya pasti akan terbayarkan.

Sudahkah kamu memiliki ketujuh sifat di atas? Untuk menjadi pengusaha  muda yang sukses kamu paling enggak kamu harus memupuk sifat-sifat di atas mulai dari sekarang.

sumber : http://www.bintang.com/lifestyle/read/2263636/miliki-7-sifat-agar-menjadi-pengusaha-muda-yang-sukses




15 Ciri-ciri Seorang Pengusaha Sukses. Apakah Anda Memilikinya?

Entrepreneur, atau ‘pengusaha’ dalam bahasa Indonesia, bisa punya latar belakang apa saja. Seseorang tidak harus mengambil kuliah di bidang ekonomi atau bisnis untuk bisa jadi pengusaha. Kesuksesan finansial yang bisa didapatkan dari membangun bisnis sendiri menarik banyak orang untuk banting setir dan memulai usaha mereka sendiri.
Walau begitu, ternyata tidak semua orang punya bakat untuk bisa jadi seorang pengusaha. Sebagian besar pengusaha sukses di dunia ini memiliki kesamaan cara berlaku dan kepribadian. Kalau banyak dari 15 sifat di bawah ini ada pada dirimu, mungkin saja kamu memang terlahir untuk jadi seorang pengusaha:

1. Bagimu, Risiko Itu Harus Diambil. Bukan Ada Untuk Dihindari
 
Untuk memulai sebuah usaha, diperlukan modal yang tak sedikit. Bukan hanya dalam hal dana, tapi juga waktu dan tenaga. Ini kenapa orang sering berkata bahwa memulai sebuah usaha adalah keputusan yang berisiko besar. Tapi, para pengusaha tidak akan keberatan mengambil risiko tersebut. Tanpa keberanian mengambil risiko, mereka tahu bahwa hasil yang memuaskan tak akan pernah bisa tergapai. Keberanian mengambil resiko membuat pengusaha menjadi pemimpin yang tangguh dan pebisnis yang handal.

2. Dalam Dirimu Ada Keuletan yang Besar. Meski Gagal Berkali-Kali, Kamu Akan Tetap Bangkit


Banyak pengusaha yang gagal karena mereka gak mampu bertahan menghadapi tantangan dalam mendirikan usahanya. Keuletan dibutuhkan untuk terus mendorong hasrat pengusaha agar tetap maju dan maju. Walau bisnis gak selamanya menguntungkan, pengusaha yang ulet bakal terus berdiri setelah berkali-kali jatuh.

3. Meski Orang-Orang Di Sekeliling Meremehkan, Kamu Tetap Percaya Pada Kemampuan

Diri Akan butuh banyak rasa percaya diri untuk keluar dari batasan finansial. Rasa percaya diri juga dibutuhkan untuk terus gigih menjalankan usaha, walau kondisi sedang buruk. Pengusaha merupakan orang-orang yang punya rasa percaya diri yang tinggi. Mereka punya visi, dan percaya kalau visi itu akan tercapai pada suatu saat.

4. Kamu Selentur Bunglon Saat Dihadapkan Pada Keharusan Untuk Beradaptasi

Biarpun tren pasar bisa ditebak dan diciptakan, seorang pengusaha belum tentu mampu mengendalikan situasi ekonomi di negara dia berbisnis. Ekonomi terus bergerak dan dibutuhkan seorang yang bisa beradaptasi ketika perekonomian mulai runtuh. Tidak ada yang akan pernah tahu pasti apa yang akan terjadi dengan perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, namun seorang pengusaha selalu siap beradaptasi menghadapi tantangan.

5. Rasa Ingin Tahumu Bisa Membunuh Seekor Singa Dewasa

 
Rasa penasaran yang dimiliki pengusaha berbeda dengan kepo. Sebagian besar usaha dibangun berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang membludak di kepala pengusaha. Mereka ingin tahu bagaimana manusia memecahkan masalah dan bagaimana dia bisa membantu untuk meringankan beban manusia. Pengusaha juga penasaran bagaimana reaksi pasar terhadap solusi yang ia tawarkan. Rasa penasaran membantu pengusaha untuk berinovasi, menemukan strategi baru, dan menjemput kesuksesan dengan cara yang unik.

6. Dihadapkan Pada Sistem yang Tidak Berjalan Baik, Kamu Selalu Gatal Untuk Membenahinya
 
Pengusaha mudah merasa gelisah, namun dalam artian yang positif. Dia mudah resah ketika melihat masyarakat gak bisa bekerja dengan efektif. Dia juga gelisah melihat satu perusahaan memonopoli sebuah pasar, sehingga dia akan membuat usaha baru sebagai pesaing. Pengusaha juga resah jika melihat kinerja perusahaannya tersendat, sehingga dia akan terdorong untuk turun tangan dan membetulkan yang salah.

7. Saat Sudah Terlalu Nyaman Dengan Sebuah Pekerjaan, Kamu Justru Ingin Mencari Tantangan Baru
 
Untuk keluar dari zona nyaman, kamu membutuhkan nyali yang besar. Tekanan sosial untuk hidup mapan, memakai baju rapih dan terlihat profesional, dan nrimo sebagai karyawan adalah sesuatu yang sangat mengganggu bagi seorang pengusaha. Dia akan berusaha mencari cara yang tepat untuk “memberontak”. Memberontak disini maksudnya tidak hanya pada sistem atau atasan, tapi juga pada diri sendiri. Seseorang yang bermental pengusaha akan berontak pada dirinya sendiri jika dia sudah mulai nyaman menjadi karyawan.

8. Proses Membangun Bisnis dari 0 Adalah Sesuatu yang Amat Kamu Nikmati


Bukan bangunan fisik saja yang dimaksudkan disini. Lebih besar lagi, pengusaha sangat menikmati proses merencanakan, mengorganisasi, dan mengeksekusi sebuah proyek. Menjadi pengusaha harus ringan tangan, gesit, dan telaten. Layaknya pengrajin, ada kombinasi unsur kreativitas, optimisme, dan seni dalam dirinya.

Para pengusaha menyukai tantangan, dan membangun bisnis atau produk mulai dari nol adalah kebanggaan tersendiri baginya.

9. Persaingan Justru Membuatmu Ingin Berjuang dan Membuktikan Kemampuan


Pengusaha adalah orang yang tidak akan segan menunjukkan sikap siap bersaingnya. Kalau belum mencapai kesuksesan yang sesuai dengan definisinya, dia tidak akan lepas tangan, mengambil cuti, kabur tiba-tiba, lalu berlibur. Seperti olahragawan atau seniman, seorang pengusaha memiliki hasrat untuk menjadi yang terbaik dari yang paling baik. Seorang pengusaha selalu mencari cara untuk mengalahkan saingannya. Jika tidak bisa? Dia akan berusaha menjadikan saingan itu rekan dekatnya.

10. Kamu Punya Ide-Ide Unik yang Sulit Ditebak


Pengusaha yang baik adalah pengusaha yang memiliki strategi bisnis tak tertebak. Saat masyarakat bisa saja berusaha mencari tahu apa detil-detil rencananya di masa depan, seorang pengusaha tidak akan keberatan mengubah strategi bisnisnya jika memang itu diperlukan. Hal ini dilakukannya demi beradaptasi dengan pasar, serta menjadi selangkah lebih maju di depan pesaingnya.

11. Bagimu, Setiap Keputusan Harus Bisa Dijelaskan Dengan Rasional
 
Seorang pengusaha tidak akan puas jika orang memberinya jawaban “mungkin” atau “tidak bisa”. Dia akan bertanya, “Kenapa?” “Apa yang bisa saya lakukan untuk mengubahnya?” Penolakan tanpa sebab yang jelas adalah hal yang mengusyik ketenangan seorang pengusaha.

12. Terpuruk Itu Pasti. Tapi Kamu Selalu Menemukan Motivasi Untuk Bangkit Kembali
 
Ada anggapan kalau pengusaha itu cepat sukses, namun juga bisa cepat bangkrut. Namun, seorang pengusaha hebat selalu bangkit dalam sekejap. Kuncinya emang terletak seberapa cepat dia berdiri lagi. Jika pengusaha mengalami kegagalan, dia akan menahan diri untuk bermuram atau mengasihani diri sendiri. Dia segera bangkit dan move on ke peluang bisnis berikutnya.

13. Think Outside The Box

Kamu mesti berpikir di luar kebiasaan jika mau sukses. Banyak pengusaha yang sekian lama dicibir, bahkan oleh teman dan keluarganya sendiri, hanya karena ide mereka tidak bisa dipahami orang kebanyakan. Jeff Bezos meninggalkan pekerjaan bergaji lumayan di New York demi memulai usaha dari garasi rumahnya yang kini dikenal dengan nama Amazon. Tahu dari mana Bezos mendapat ide gilanya? Setelah mendengar bahwa pengusaha retail tak harus membayar pajak jika tidak punya toko fisik. Gila, bukan?

14. Buatmu, Tidak Mengejar Peluang yang Ada Adalah Sebuah Dosa Besar
 
Pengusaha adalah tipe orang yang suka minta maaf karena harus melakukan sesuatu daripada minta izin sebelum memulai apa-apa. Ketika seorang pengusaha melihat peluang, dia akan langsung tancap gas merebut peluang itu. Kalau ada masalah, dia langsung turun tangan tanpa minta persetujuan dan izin dari orang lain. Jadi jika kamu punya banyak ide di kantor namun malah dianggap sok kritis oleh atasan, mungkin sudah saatnya kamu tancap gas jadi pengusaha.

15. Telinga dan Hatimu Cukup Lapang Untuk Selalu Menerima Masukan Baru
 
Sangat penting bagi pengusaha untuk mendapat umpan balik, kritik, dan saran demi kemajuan usahanya. Mau mendengarkan orang lain akan membuat seorang pengusaha mengerti hal-hal yang tadinya bahkan tak ia pikirkan. Dengan catatan, dia tetap harus bijaksana dalam memilah-milah ide atau nasihat yang datang. Seberapa brilian atau otoritatif pun ide tersebut terdengar, pengusaha yang baik akan mampu mempertimbangkan nilai ide tersebut dari risiko dan potensinya.

Jadi gimana? Apakah kamu punya kualitas-kualitas seperti pengusaha di atas? Kalau iya, sebaiknya kamu berhenti meragukan diri. Mulailah menseriusi bakatmu untuk menjadi pengusaha sekarang juga.

sumber : http://www.hipwee.com/sukses/apakah-kamu-berbakat-jadi-pengusaha-ini-15-ciri-ciri-seorang-pengusaha/

Monday, June 27, 2016

Founder Of KFC


At age 5 his Father died. At age 16 he quit school. At age 17 he had already lost four jobs. At age 18 he got married. Between ages 18 and 22, he was a railroad conductor and failed. He joined the army and washed out there. He applied for law school he was rejected. He became an insurance sales man and failed again. At age 19 he became a father. At age 20 his wife left him and took their baby daughter. He became a cook and dishwasher in a small cafe. He failed in an attempt to kidnap his own daughter, and eventually he convinced his wife to return home. At age 65 he retired. On the 1st day of retirement he received a cheque from the.....cont...check the first

Sunday, June 19, 2016

Partner Bisnis surlianto.com


surlianto.com
Saat ini saya sedang mencari 5 Calon Partner Bisnis, yang akan saya coach langsung dalam bentuk Kerjasama Project E-Commerce dengan menggunakan pendekatan Sistem Internet Marketing dan Social Media Marketing. Saya akan berikan edukasi dan pelatihan khusus dengan materi-materi yang mendukung selama Project berjalan. Estimasi Project selesai 2-3 tahun dengan Target Profit per orang Rp.100 Juta/ bulan. Bagi Calon Partner yang tertarik bisa tinggalkan no whatsapp di bagian comment dan akan dihubungi lebih lanjut jika memenuhi syarat. Surlianto Can 081212315305

Friday, June 17, 2016

Kisah Motivasi


Only 7 years old when his father died leaving behind a little barber shop and his mother working as a cook to make ends meet, Ramesh Babu, 41, grew up on one meal a day. Running it himself, his barber shop did well enough for him to buy his first car and rent it out as he continued cutting hair. Today, 20 years later, he runs Ramesh Tours & Travels, owns 90 cars inclusive of 27 luxury vehicles and a Rolls Royce Ghost, but still works at his barber shop

Seminar Kewirausahaan "Young & Shine Entrepreneur


Klinik Kewirausahaan #3
Mempersembahkan “Young & Shine Entrepreneur” bersama:
  • Anthony Liem
  • Lulu Lutfi Labibi
  • Marizna Pia – Pia
Kamis, 28 April 2016
@GSP UGM Lantai 1
pukul 13.00 – Selesai
Dimeriahkan dengan
+ Pemeriksaan Rambut Gratis
+ Pameran produk usaha
+ Bingkisan menarik (terbatas untuk 200 peserta pertama)
Daftar segera di www.entrepreneur.or.id
Kuota terbatas !
Info dan Kontak:
Contact Person :
Dwi Yoga (0858 7887 1945)